VIEW
VIEW adalah query yang disimpan, bentuknya menyerupai table. View bersifat logic, artinya tidak memiliki data fisik karena data fisiknya ada di table. View adalah cara menampilkan/menyajikan data yang ada di table.
Ada beberapa bentuk view :
1.Diambil dari 1 tabel (seluruh kolom, sebagian kolom, calculated colomn, seluruh record, sebagian record)
2.Diambil dari beberapa table (syaratnya harus ada relasi antar table)
a. INNER JOIN
b. LEFT OUTER JOIN
c. RIGHT OUTER JOIN
d. FULL OUTER JOIN
e. UNION (syaratnya field yang di-UNION harus sejenis)
3.Hasil dari Pengelompokkan Data (Group By)
4.Hasil dari Pivot Table (Cross Table)
Union all digunakan untuk menggabungkan dua buah tabel menjadi sebuah view.
Contoh ada dua buah tabel : TB1 (field1, field2, field3) dan TB2 (field1, field2)
Jika kedua tabel ingin disatukan, maka perintah union all sbb :
SELECT field1, field2 FROM TB1
UNION ALL
SELECT field1, field2 FROM TB2
Syarat Union:
1. Nama column sama
2. Tipe data sama
3. Jumlah column sama
example:
SELECT Kode,Nama from tbSupplier
UNION ALL
SELECT Kd as Kode,Nm as Nama from tbPelanggan
•Buat View Pelanggan yang tidak bertransaksi di Bulan Juni 2005. (Kode Pelanggan, Nama Pelanggan)
SELECT dbo.Pelanggan.KodePelanggan, dbo.FJ.TglFJ
FROM dbo.FJ RIGHT OUTER JOIN
dbo.Pelanggan ON dbo.FJ.KodePelanggan = dbo.Pelanggan.KodePelanggan
WHERE (dbo.Pelanggan.KodePelanggan NOT IN
(SELECT Pelanggan_1.KodePelanggan
FROM dbo.FJ AS FJ_1 RIGHT OUTER JOIN
dbo.Pelanggan AS Pelanggan_1 ON FJ_1.KodePelanggan = Pelanggan_1.KodePelanggan
WHERE (FJ_1.TglFJ BETWEEN '6/1/2005' AND '6/30/2005 23:59:59')))
•Buat View Barang-barang yang Terjual di Juni dan Juli 2005, khusus yang bertanda CEK (field Cek bernilai true) (Tgl FJ, No FJ, Kode Barang, Nama Barang, Qty, Harga, Cek)
SELECT DISTINCT dbo.FJ.TglFJ, dbo.Barang.NamaBarang, dbo.Barang.Cek, dbo.FJDet.KodeBarang
FROM dbo.FJ INNER JOIN
dbo.FJDet ON dbo.FJ.NoFJ = dbo.FJDet.NoFJ INNER JOIN
dbo.Barang ON dbo.FJDet.KodeBarang = dbo.Barang.KodeBarang
WHERE (dbo.Barang.Cek = 1) AND (dbo.FJ.TglFJ BETWEEN CONVERT(DATETIME, '2005-06-01 00:00:00', 102) AND CONVERT(DATETIME, '2005-07-31 23:59:59',
102))
Welcome To My Blog
Kamis, 13 Januari 2011
DDL & DML (DB,Tables,Index,Relation)
SQL - ANSI 1992
DML = Data Manipulation Language (Insert, Update, Delete, Select)
DDL = Data Definition Language (Create, Alter, Drop)
char vs varchar
Char : Jumlah karakter tetap dengan ukuran maksimal 8000 karakter
Varchar Jumlah karakter variabel dengan ukuran maksimal 8000 karakter
ex:
char(5) -> a_ _ _ _(fixed length)
varchar(5) -> a
varchar vs nvarchar
varchar -> untuk karakter biasa
nvarchar -> untuk karakter khusus
NVarchar : Jumlah karakter variabel dengan ukuran maksimal 4000 karakter
Server OS Client Server
- MySQL
- SQLServer (Microsoft)
- Oracle/PLSQL
- DB2 (IBM)
- Informix
- Sybase
File Server
- DBase
- Foxbase/Pro
- MSAccess
SQL Server
- Store Procedure
- Function
- Trigger
- Maintenance Plan
- etc
Langkah-langkah untuk membuat database
1.Klik kanan pada bagian Database, pilih menu New Database …
2.Isi pada bagian Database name : misal KARYAWANUKM. Secara default, akan dibuatkan dua buah file KaryawanUKM.mdf (master data file) dan KaryawanUKM_log.ldf (log data file).
3.Beberapa bisa kita atur : FileType (jenis file Data atau Log), Initial Size (ukuran awal file data), Autogrowth (pengaturan pertumbuhan data), Path (letak file data). Biarkan jika ingin menggunakan default.
4.Tekan OK, jika database akan dibuat oleh system.
Merancang Tabel, Field (Colomn), Primary Key
Setelah Database dibentuk, maka langkah pertama adalah membuat table. Tabel ini digunakan untuk menyimpan data-data yang sejenis misal data karyawan disimpan pada table tbkaryawan, data gaji karyawan disimpan di tbgaji.
Langkah-langkah untuk membuat tbkaryawan :
1.Klik kanan pada Tables, yang terdapat pada database KaryawanUKM, pilih menu New Table.
2.Buat Colomn Name (Field), dengan Data Type yang cocok.
3.Tambahkan Primary Key pada NIP, dengan menekan tombol Primary Key
4.Setelah semua colomn dibuat, simpan table dengan nama tbkaryawan
5.Ulangi dengan cara yang sama untuk membuat table tbgaji (memiliki 2 primary key : NIP dan PERIODE, tekan tombol Shift dan mouse bagian kiri untuk memilihnya baru tekan tombol PK).
Membuat Relasi Antar Tabel (Database Diagram)
Untuk menjaga integritas data, antar table perlu dibuat relasi antar table. Salah satu table yang menjadi masternya harus memiliki Primary Key, sedangkan table detilnya akan dibuatkan secara otomatis Foreign Key.
Langkah-langkah pembuatan Database Diagram, yaitu :
1.Pada Database diagrams, klik kanan pilih menu New Diagram... (jika tidak bisa dibuat diagramnya, pastikan role anda sebagai NTAutority, pilih di menu Database-Properties)
2.Kemudian pilih table-tabel yang akan dibuat relasinya.
3.Lakukan drag pada Primary Key (disini NIP yang ada di tbKaryawan), geser hingga NIP yang ada di tbgaji. Tekan OK untuk membuat relasinya.
Detach dan Attach Database
Jika suatu waktu anda ingin memindahkan Database pada komputer lain, dapat dilakukan dengan melepas database (Detach Database) tsb pada server ini. Kemudian salin file .mdf dan .ldf tsb ke server lain. Setelah itu lakukan Attach Database (menarik file data tsb untuk dikelola oleh server).
Membuat Tabel Dengan Perintah SQL
Selain dengan cara visual yang sudah disediakan oleh Microsoft SQL Server untuk mempermudah pembuatan tabel, cara lainnya adalah dengan menggunakan perintah SQL.
Sebagai latihan kita akan mencoba membuat tabel Mahasiswa dengan dengan menggunakan perintah SQL.
Langkah-langkah pembuatan tabel adalah sebagai berikut :
•Buka Enterprise Manager.
•Buka Database yang sudah dibuat, misal dbperkuliahan.
•Klik di Menu Tools> Klik New Query
•Setelah Query Analyzer terbuka, masukan perintah SQL untuk membuat tabel Mahasiswa seperti dibawah ini.
create table Mahasiswa (
NIM char(8),
Tahun_Ajaran char(4),
Kode_Jurusan char(5),
Nama varchar(50),
Tempat_Lahir varchar(50),
Tanggal_Lahir datetime,
Alamat varchar(150),
Kota varchar(50),
No_Telepon varchar(12)
);
•Klik(Parse Query atau Ctrl+F5) untuk mengecek penulisan perintah query, jika tidak ada pesan kesalahan klik (Execute Query atau F5) untuk mengeksekusi perintah query. Apabila tampil pesan “The Command(s) completed succesfully” maka tabel sudah berhasil dibuat.
Merubah Struktur Tabel Dengan Perintah SQL
- Menambah Kolom Pada Tabel
Melakukan perubahan struktur tabel seperti penambahan kolom Status_Mahasiswa pada tabel mahasiswa, perintah query menambah kolom adalah :
alter table Mahasiswa add Status_Mahasiswa char(12);
- Merubah Type Data Kolom Pada Tabel
Perintah query untuk mengubah type data suatu tabel (misal mengubah tipe data Status_Mahasiswa dari char(12) menjadi varchar(12)) yaitu:
alter table Mahasiswa alter column Status_Mahasiswa varchar(12);
- Menghapus Kolom Pada Tabel
Jika karena suatu kolom tidak diperlukan dan akan dihilangkan dari suatu tabel dikarenakan sesuatu hal maka perintah query untuk menghapus kolom tersebut yaitu:
alter table Mahasiswa drop column Status_Mahasiswa;
- Menambah Constraint Primary Key Pada Kolom
Perintah query untuk menambah constraint Primary Key pada kolom suatu tabel adalah:
alter table Mahasiswa add constraint pk_Mahasiswa primary key(NIM);
Perlu diketahui bahwa kolom yang akan dijadikan sebagai primary key harus dalam keadaan not null (tidak boleh kosong).
- Menambah Constraint Primary Key Pada Kolom Suatu Tabel
Perlu diketahui bahwa kolom yang akan dijadikan sebagai primary key harus dalam keadaan not null (tidak boleh kosong). Jadi jika kolom yang akan dijadikan primary key tidak dalam keadaan not null (boleh kosong) harus di ubah menjadi not null.
alter table Mahasiswa alter column NIM char(8) not null;
Perintah query untuk menambah constraint Primary Key pada kolom suatu tabel adalah:
alter table Mahasiswa add constraint pk_Mahasiswa primary key(NIM);
- Menambah Constraint Foreign Key Pada Kolom Suatu Tabel
Misalkan, tabel Mahasiswa mereferensi ke tabel jurusan pada kolom Kode_Jurusan.
Maka perintah query untuk menghubungkannya adalah :
alter table Mahasiswa add constraint fk_Mahasiswa_ref_jurusan foreign key (Kode_Jurusan) references Jurusan(Kode_Jurusan);
- Menambah Constraint Pada Kolom Suatu Tabel
Perintah query untuk menghapus constraint adalah :
alter table Mahasiswa drop constraint fk_Mahasiswa_ref_jurusan;
Menghapus Tabel Dengan Perintah SQL
Perintah query untuk menghapus suatu tabel adalah:
drop table Mahasiswa;
DML(Data Manipulation Language)
DML merupakan perintah yang sering dipergunakan dalam Transaksi SQL oleh database developer.
Perintah-perintah SQL yang tergolong DML antara lain :
1. INSERT
2. SELECT
3. UPDATE
4. DELETE
Sebagai latihan kita akan menggunakan tabel Jurusan dan Mahasiswa.

1. INSERT
Perintah insert dipergunakan untuk memasukan data kedalam tabel. Perintahnya adalah :
Insert into Mahasiswa (NIM, Tahun_Ajaran, Kode_Jurusan, Nama, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir, Alamat, Kota,No_Telepon)
values (‘10113025’, ‘2005’, ‘LB’, ’Dina Rukmantara’, ‘Bandung’ ,’08-20-1983’, ‘Jl. Sari Jadi’, ‘Bandung’, ‘081322442269’);
Catatan :
Dalam proses input matakuliah, jika tabel mahasiswa mereferensi ke tabel jurusan maka tabel jurusan harus memiliki data jurusan yang akan dipergunakan/diinputkan dalam tabel mahasiswa.
Perintah insert pada kolom-kolom tabel yang sudah default, data dapat dituliskan langsung sesuai dengan urutan kolom tanpa perlu menuliskan nama kolomnya seperti perintah dibawah :
Insert into Mahasiswa values (‘10113025’, ‘2005’, ‘LB’, ’Dina Rukmantara’, ‘Bandung’ ,’08-20-1983’, ‘Jl. Sari Jadi’, ‘Bandung’, ‘081322442269’);
Untuk memasukan hanya pada kolom-kolom tertentu bisa menggunakan perintah berikut :
Insert into Mahasiswa (NIM, Tahun_Ajaran, Kode_Jurusan, Nama)
values (‘10113025’, ‘2005’, ‘LB’, ’Dina Rukmantara’);
2. SELECT
Perintah ini adalah perintah yang paling sering dipergunakan karena kegunaannya adalah untuk membaca (query) isi tabel.
Select * from Mahasiswa ;
Perintah diatas apabila dieksekusi akan menampilkan seluruh data dalam tabel Mahasiswa.
Untuk menampilkan data-data tertentu dari satu atau beberapa tabel kita bisa menggunakan perintah WHERE yang berfungsi sebagai syarat kondisi dari data yang akan ditampilkan. Contoh:
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran = ‘2005’;
Data Mahasiswa yang akan muncul adalah Mahasiswa yang masuk pada tahun ajaran 2005.
MSSQL mengediakan sejumlah operator relasi untuk membuat suatu kondisi yang diinginkan.
OPERATOR “>=” DAN “<=”
Dua kondisi, lebih besar sama dengan dan lebih kecil sama dengan.
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran>=2001 and Tahun_Ajaran<=2005;
LIKE
Untuk menyatakan suatu kondisi pencarian pada suatu kolom yang mengandung sebagian karakter yang akan ditampillkan.
Select * from Mahasiswa where Nama Like ‘Dina%’;
Perintah diatas digunakan untuk menampilkan data Mahasiswa yang memiliki nama awal nya Dian. %(Wildcard) untuk menyatakan karakter yang diabaikan.
IN
Perintah untuk menampilkan data yang memiliki nilai sama dengan nilai-nilai yang sudah ditentukan.
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran in (2005,2006);
BETWEEN
Perintah untuk menampilkan data yang memiliki nilai diantara dua nilai yang akan dicari.
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran Between 2001 and 2006;
Kebalikan dari between adalah not between.
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran Between 2001 and 2006;
NULL dan NOT NULL
Null menyatakan suatu nilai Null atau kosong, sedangkan Not Null menyatakan nilai Not Null atau tidak kosong .
Select * from Mahasiswa where No_Telepon IS NOT NULL;
AND
Operator AND berfungsi untuk menentukan bahwa semua kondisi harus dipenuhi untuk menampilkan hasil query.
Select * from Mahasiswa
where Tahun_Ajaran = ‘2005’ and Kode_Jurusan = ‘LB’;
Data yang akan ditampilkan hasil dari perintah diatas adalah yang memiliki Tahun Ajaran = 2005 dan Kode Jurusan = LB
OR
Operator OR berfungsi untuk menentukan bahwa salah satu kondisi harus dipenuhi.
Select * from Mahasiswa
where Tahun_Ajaran = ‘2005’ or Kode_Jurusan = ‘LB’;
GROUP BY
Dipergunakan untuk mengelompokan data.
Select kode_jurusan,count(NIM) from Mahasiswa group by kode_jurusan;
Count untuk menghitung jumlah barus dalam per group.
HAVING
Dipergunakan sebagai kondisi atau syarat yang digunakan setelah group by.
select kode_jurusan,count(NIM) from Mahasiswa
group by kode_jurusan
having count(NIM)>1;
ORDER BY
Operator ORDER BY dipergunakan untuk mengurutkan data yang secara default urutannya menaik atau Ascending (ASC). Selain bisa mengurutkan secara Ascending, kita juga bisa mengurutkan data secara menurun atau Descending (DESC).
Select * from Mahasiswa
where Tahun_Ajaran = ‘2005’ and Kode_Jurusan = ‘LB’ order by NIM asc;
DISTINCT
Ada kalanya, hasil query menampilkan row-row dengan nilai yang sama. Jika nilai yang sama ingin ditampilkan hanya satu kali, maka kita bisa menggunakan operator DISTINCT.
Select distinct(Kode_Jurusan) from Mahasiswa;
SELECT dari Beberapa Tabel
Sebelumnya kita sudah melakukan perintah select dengan satu tabel. Sekarang kita akan mencoba perintah select dengan tabel lebih dari satu.
Dalam salah satu kasus kita akan menampilkan nama jurusan berdasarkan data kode jurusan yang terdapat dalam tabel Mahasiswa. Dalam tabel mahasiswa tidak terdapat nama jurusan, untuk memperoleh nama jurusan kita perlu melakukan pengambilan atau penggabungan data dengan tabel Jurusan dengan kolom kode jurusan sebagai kunci.
Select Mahasiswa.NIM, Mahasiswa.Nama, Jurusan.Nama_Jurusan from Mahasiswa,Jurusan where Mahasiswa.kode_jurusan = Jurusan.kode_jurusan;
Dalam perintah diatas bisa dipergunakan perintah alias untuk menggantikan nama objek sebenarnya. Seperti contoh dibawah ini :
Select Mhs.NIM, Mhs.Nama, Jrs.Nama_Jurusan from Mahasiswa Mhs,Jurusan Jrs where Mhs.kode_jurusan = Jrs.kode_jurusan;
Perintah diatas mengaliaskan nama tabel Mahasiswa menjadi Mhs dan Jurusan menjadi Jrs. Selain mengaliaskan nama tabel kita juga bisa mengaliaskan kolom dengan menggunakan perintah AS.
Select Mhs.NIM, Mhs.Nama, Jrs.Nama_Jurusan,
Mhs.Tempat_Lahir+’, ’+cast(Mhs.Tanggal_Lahir as varchar) AS TTL
from Mahasiswa Mhs,Jurusan Jrs
where Mhs.kode_jurusan = Jrs.kode_jurusan;
dalam perintah diatas terdapat perintah cast yang berfungsi untuk mengkonversi tanggal lahir dengan tipe data datetime menjadi varchar agar dapat di gabungkan dengan kolom tempat lahir yang sebelumnya bertipe varchar menjadi sebuah kolom yang nama aliasnya TTL.
3. UPDATE
Perintah update dipergunakan untuk melakukan perubahan data yang sudah disimpan. Perintahnya adalah :
Update Mahasiswa set Nama = ‘Aming Surya Praja’ where NIM =’10113025’;
4. DELETE
Perintah DELETE dipergunakan untuk menghapus data dalam tabel.
Delete from Mahasiswa where NIM =’10113025’;
CREATE TABLE tbl_karyawan
(
NIK int,
Nama varchar(50),
Alamat varchar(50),
Kota varchar(50)
CONSTRAINT NIK_PK PRIMARY KEY (NIK)
)
CREATE TABLE tbl_gaji
(
Id_gaji int identity,
NIK int,
Periode varchar(20) not null,
Jumlah_Gaji int not null,
CONSTRAINT IdGaji_PK PRIMARY KEY (Id_gaji),
CONSTRAINT NIK_FK FOREIGN KEY (NIK) REFERENCES tbl_karyawan (NIK)
)
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10001,'Alex','Jl. Banda No. 10','Bandung')
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10002,'Budi','Jl. Merdeka No. 92','Jakarta')
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10003,'Rudi','Jl. Surya Sumantri No. 61','Bandung')
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10004,'Rini','Jl. Aceh No. 1','Bandung')
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10005,'Nina','JJl. Sudriman No. 76','Jakata')
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10001,'Maret',5000000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10003,'April',3000000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10004,'Maret',4500000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10003,'Januari',4000000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10001,'April',3250000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10002,'Mei',2750000)
UPDATE tbl_karyawan
SET Nama = 'Robert'
WHERE NIK = 10002
UPDATE tbl_karyawan
SET Alamat = 'Jl. Tubagus No. 8',Kota = 'Surabaya'
WHERE NIK = 10005
DELETE FROM tbl_karyawan
WHERE NIK = 10005
SELECT k.NIK,k.Nama,k.Alamat,k.Kota,g.Jumlah_Gaji
FROM tbl_karyawan k
JOIN tbl_gaji g on k.NIK = g.NIK
WHERE Periode = Maret
quiz 01:
create database db_stan
use db_stan
create table tbl_provinsi
(
kode_provinsi varchar(5),
nama_provinsi varchar(50)
CONSTRAINT kodeProvinsi_PK PRIMARY KEY (kode_provinsi)
)
create table tbl_bank
(
kode_bank varchar(7),
nama_bank varchar(50)
CONSTRAINT kodeBank_PK PRIMARY KEY (kode_bank)
)
create table tbl_formulir
(
no_formulir int identity,
nama_lengkap varchar(50),
tgl_lahir datetime,
kode_provinsi varchar(5),
jenis_kelamin varchar(10),
tinggi_badan int,
tahun_lulus int,
total_nilai int,
jumlah_pelajaran int,
kondisi_mata varchar(30),
kode_bank varchar(7)
CONSTRAINT noFormulir_PK PRIMARY KEY (no_formulir),
CONSTRAINT kodeProvinsi_FK FOREIGN KEY (kode_provinsi) REFERENCES tbl_provinsi (kode_provinsi),
CONSTRAINT kodeBank_FK FOREIGN KEY (kode_bank) REFERENCES tbl_bank (kode_bank
)
insert into tbl_provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10001,'Jawa Barat')
insert into provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10002,'Jawa Tengah')
insert into provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10003,'Jawa Timur')
insert into provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10004,'Kalimantan Barat')
insert into provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10005,'Sumatera Barat')
insert into tbl_bank(kode_bank,nama_bank)
values(1,'Mandiri')
insert into bank(kode_bank,nama_bank)
values(2,'BRI')
insert into bank(kode_bank,nama_bank)
values(3,'BNI')
insert into bank(kode_bank,nama_bank)
values(4,'BCA')
insert into bank(kode_bank,nama_bank)
values(5,'NISP')
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('william',25/09/1990,10001,'Laki-laki',165,2011,1889,144,'silinder',4)
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('david',13/01/1989,10005,'Laki-laki',170,2011,1839,144,'normal',1)
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('richard',17/08/1945,10003,'Laki-laki',180,2011,1989,144,'minus',3)
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('lukas',25/08/1991,10004,'Laki-laki',170,2011,1899,144,'minus',5)
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('syella',20/01/1989,10002,'Perempuan',165,2011,1789,144,'normal',2)
quiz 02:
SELECT p.KodePelanggan,p.NamaPelanggan,f.TglFj,f.TotalFaktur
from FJ f join Pelanggan p on (f.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
where f.TglFj between '6/1/2005' and '6/30/2005 23:59:59'
SELECT top 5 f.KodePelanggan,p.NamaPelanggan,sum(f.TotalFaktur)
from FJ f join Pelanggan p on (f.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
where f.TglFj between '6/1/2005' and '6/30/2005 23:59:59'
group by f.KodePelanggan, p.NamaPelanggan
order by sum(f.TotalFaktur) desc
create table PelangganPilihan
(
KodePelanggan nvarchar(10),
cek bit,
CONSTRAINT PelangganPilihan_PK PRIMARY KEY (KodePelanggan),
CONSTRAINT KodePelanggan_FK FOREIGN KEY (KodePelanggan) REFERENCES Pelanggan(KodePelanggan)
)
insert into PelangganPilihan(KodePelanggan,cek)
values('C-00001',1)
insert into PelangganPilihan(KodePelanggan,cek)
values('C-00002',0)
select p.*
from PelangganPilihan pp join Pelanggan p on (pp.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
where pp.cek = 1
SELECT *
from FJ f join Pelanggan p on (f.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
join PelangganPilihan pp on (pp.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
DML = Data Manipulation Language (Insert, Update, Delete, Select)
DDL = Data Definition Language (Create, Alter, Drop)
char vs varchar
Char : Jumlah karakter tetap dengan ukuran maksimal 8000 karakter
Varchar Jumlah karakter variabel dengan ukuran maksimal 8000 karakter
ex:
char(5) -> a_ _ _ _(fixed length)
varchar(5) -> a
varchar vs nvarchar
varchar -> untuk karakter biasa
nvarchar -> untuk karakter khusus
NVarchar : Jumlah karakter variabel dengan ukuran maksimal 4000 karakter
Server OS Client Server
- MySQL
- SQLServer (Microsoft)
- Oracle/PLSQL
- DB2 (IBM)
- Informix
- Sybase
File Server
- DBase
- Foxbase/Pro
- MSAccess
SQL Server
- Store Procedure
- Function
- Trigger
- Maintenance Plan
- etc
Langkah-langkah untuk membuat database
1.Klik kanan pada bagian Database, pilih menu New Database …
2.Isi pada bagian Database name : misal KARYAWANUKM. Secara default, akan dibuatkan dua buah file KaryawanUKM.mdf (master data file) dan KaryawanUKM_log.ldf (log data file).
3.Beberapa bisa kita atur : FileType (jenis file Data atau Log), Initial Size (ukuran awal file data), Autogrowth (pengaturan pertumbuhan data), Path (letak file data). Biarkan jika ingin menggunakan default.
4.Tekan OK, jika database akan dibuat oleh system.
Merancang Tabel, Field (Colomn), Primary Key
Setelah Database dibentuk, maka langkah pertama adalah membuat table. Tabel ini digunakan untuk menyimpan data-data yang sejenis misal data karyawan disimpan pada table tbkaryawan, data gaji karyawan disimpan di tbgaji.
Langkah-langkah untuk membuat tbkaryawan :
1.Klik kanan pada Tables, yang terdapat pada database KaryawanUKM, pilih menu New Table.
2.Buat Colomn Name (Field), dengan Data Type yang cocok.
3.Tambahkan Primary Key pada NIP, dengan menekan tombol Primary Key
4.Setelah semua colomn dibuat, simpan table dengan nama tbkaryawan
5.Ulangi dengan cara yang sama untuk membuat table tbgaji (memiliki 2 primary key : NIP dan PERIODE, tekan tombol Shift dan mouse bagian kiri untuk memilihnya baru tekan tombol PK).
Membuat Relasi Antar Tabel (Database Diagram)
Untuk menjaga integritas data, antar table perlu dibuat relasi antar table. Salah satu table yang menjadi masternya harus memiliki Primary Key, sedangkan table detilnya akan dibuatkan secara otomatis Foreign Key.
Langkah-langkah pembuatan Database Diagram, yaitu :
1.Pada Database diagrams, klik kanan pilih menu New Diagram... (jika tidak bisa dibuat diagramnya, pastikan role anda sebagai NTAutority, pilih di menu Database-Properties)
2.Kemudian pilih table-tabel yang akan dibuat relasinya.
3.Lakukan drag pada Primary Key (disini NIP yang ada di tbKaryawan), geser hingga NIP yang ada di tbgaji. Tekan OK untuk membuat relasinya.
Detach dan Attach Database
Jika suatu waktu anda ingin memindahkan Database pada komputer lain, dapat dilakukan dengan melepas database (Detach Database) tsb pada server ini. Kemudian salin file .mdf dan .ldf tsb ke server lain. Setelah itu lakukan Attach Database (menarik file data tsb untuk dikelola oleh server).
Membuat Tabel Dengan Perintah SQL
Selain dengan cara visual yang sudah disediakan oleh Microsoft SQL Server untuk mempermudah pembuatan tabel, cara lainnya adalah dengan menggunakan perintah SQL.
Sebagai latihan kita akan mencoba membuat tabel Mahasiswa dengan dengan menggunakan perintah SQL.
Langkah-langkah pembuatan tabel adalah sebagai berikut :
•Buka Enterprise Manager.
•Buka Database yang sudah dibuat, misal dbperkuliahan.
•Klik di Menu Tools> Klik New Query
•Setelah Query Analyzer terbuka, masukan perintah SQL untuk membuat tabel Mahasiswa seperti dibawah ini.
create table Mahasiswa (
NIM char(8),
Tahun_Ajaran char(4),
Kode_Jurusan char(5),
Nama varchar(50),
Tempat_Lahir varchar(50),
Tanggal_Lahir datetime,
Alamat varchar(150),
Kota varchar(50),
No_Telepon varchar(12)
);
•Klik(Parse Query atau Ctrl+F5) untuk mengecek penulisan perintah query, jika tidak ada pesan kesalahan klik (Execute Query atau F5) untuk mengeksekusi perintah query. Apabila tampil pesan “The Command(s) completed succesfully” maka tabel sudah berhasil dibuat.
Merubah Struktur Tabel Dengan Perintah SQL
- Menambah Kolom Pada Tabel
Melakukan perubahan struktur tabel seperti penambahan kolom Status_Mahasiswa pada tabel mahasiswa, perintah query menambah kolom adalah :
alter table Mahasiswa add Status_Mahasiswa char(12);
- Merubah Type Data Kolom Pada Tabel
Perintah query untuk mengubah type data suatu tabel (misal mengubah tipe data Status_Mahasiswa dari char(12) menjadi varchar(12)) yaitu:
alter table Mahasiswa alter column Status_Mahasiswa varchar(12);
- Menghapus Kolom Pada Tabel
Jika karena suatu kolom tidak diperlukan dan akan dihilangkan dari suatu tabel dikarenakan sesuatu hal maka perintah query untuk menghapus kolom tersebut yaitu:
alter table Mahasiswa drop column Status_Mahasiswa;
- Menambah Constraint Primary Key Pada Kolom
Perintah query untuk menambah constraint Primary Key pada kolom suatu tabel adalah:
alter table Mahasiswa add constraint pk_Mahasiswa primary key(NIM);
Perlu diketahui bahwa kolom yang akan dijadikan sebagai primary key harus dalam keadaan not null (tidak boleh kosong).
- Menambah Constraint Primary Key Pada Kolom Suatu Tabel
Perlu diketahui bahwa kolom yang akan dijadikan sebagai primary key harus dalam keadaan not null (tidak boleh kosong). Jadi jika kolom yang akan dijadikan primary key tidak dalam keadaan not null (boleh kosong) harus di ubah menjadi not null.
alter table Mahasiswa alter column NIM char(8) not null;
Perintah query untuk menambah constraint Primary Key pada kolom suatu tabel adalah:
alter table Mahasiswa add constraint pk_Mahasiswa primary key(NIM);
- Menambah Constraint Foreign Key Pada Kolom Suatu Tabel
Misalkan, tabel Mahasiswa mereferensi ke tabel jurusan pada kolom Kode_Jurusan.
Maka perintah query untuk menghubungkannya adalah :
alter table Mahasiswa add constraint fk_Mahasiswa_ref_jurusan foreign key (Kode_Jurusan) references Jurusan(Kode_Jurusan);
- Menambah Constraint Pada Kolom Suatu Tabel
Perintah query untuk menghapus constraint adalah :
alter table Mahasiswa drop constraint fk_Mahasiswa_ref_jurusan;
Menghapus Tabel Dengan Perintah SQL
Perintah query untuk menghapus suatu tabel adalah:
drop table Mahasiswa;
DML(Data Manipulation Language)
DML merupakan perintah yang sering dipergunakan dalam Transaksi SQL oleh database developer.
Perintah-perintah SQL yang tergolong DML antara lain :
1. INSERT
2. SELECT
3. UPDATE
4. DELETE
Sebagai latihan kita akan menggunakan tabel Jurusan dan Mahasiswa.

1. INSERT
Perintah insert dipergunakan untuk memasukan data kedalam tabel. Perintahnya adalah :
Insert into Mahasiswa (NIM, Tahun_Ajaran, Kode_Jurusan, Nama, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir, Alamat, Kota,No_Telepon)
values (‘10113025’, ‘2005’, ‘LB’, ’Dina Rukmantara’, ‘Bandung’ ,’08-20-1983’, ‘Jl. Sari Jadi’, ‘Bandung’, ‘081322442269’);
Catatan :
Dalam proses input matakuliah, jika tabel mahasiswa mereferensi ke tabel jurusan maka tabel jurusan harus memiliki data jurusan yang akan dipergunakan/diinputkan dalam tabel mahasiswa.
Perintah insert pada kolom-kolom tabel yang sudah default, data dapat dituliskan langsung sesuai dengan urutan kolom tanpa perlu menuliskan nama kolomnya seperti perintah dibawah :
Insert into Mahasiswa values (‘10113025’, ‘2005’, ‘LB’, ’Dina Rukmantara’, ‘Bandung’ ,’08-20-1983’, ‘Jl. Sari Jadi’, ‘Bandung’, ‘081322442269’);
Untuk memasukan hanya pada kolom-kolom tertentu bisa menggunakan perintah berikut :
Insert into Mahasiswa (NIM, Tahun_Ajaran, Kode_Jurusan, Nama)
values (‘10113025’, ‘2005’, ‘LB’, ’Dina Rukmantara’);
2. SELECT
Perintah ini adalah perintah yang paling sering dipergunakan karena kegunaannya adalah untuk membaca (query) isi tabel.
Select * from Mahasiswa ;
Perintah diatas apabila dieksekusi akan menampilkan seluruh data dalam tabel Mahasiswa.
Untuk menampilkan data-data tertentu dari satu atau beberapa tabel kita bisa menggunakan perintah WHERE yang berfungsi sebagai syarat kondisi dari data yang akan ditampilkan. Contoh:
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran = ‘2005’;
Data Mahasiswa yang akan muncul adalah Mahasiswa yang masuk pada tahun ajaran 2005.
MSSQL mengediakan sejumlah operator relasi untuk membuat suatu kondisi yang diinginkan.
OPERATOR “>=” DAN “<=”
Dua kondisi, lebih besar sama dengan dan lebih kecil sama dengan.
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran>=2001 and Tahun_Ajaran<=2005;
LIKE
Untuk menyatakan suatu kondisi pencarian pada suatu kolom yang mengandung sebagian karakter yang akan ditampillkan.
Select * from Mahasiswa where Nama Like ‘Dina%’;
Perintah diatas digunakan untuk menampilkan data Mahasiswa yang memiliki nama awal nya Dian. %(Wildcard) untuk menyatakan karakter yang diabaikan.
IN
Perintah untuk menampilkan data yang memiliki nilai sama dengan nilai-nilai yang sudah ditentukan.
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran in (2005,2006);
BETWEEN
Perintah untuk menampilkan data yang memiliki nilai diantara dua nilai yang akan dicari.
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran Between 2001 and 2006;
Kebalikan dari between adalah not between.
Select * from Mahasiswa where Tahun_Ajaran Between 2001 and 2006;
NULL dan NOT NULL
Null menyatakan suatu nilai Null atau kosong, sedangkan Not Null menyatakan nilai Not Null atau tidak kosong .
Select * from Mahasiswa where No_Telepon IS NOT NULL;
AND
Operator AND berfungsi untuk menentukan bahwa semua kondisi harus dipenuhi untuk menampilkan hasil query.
Select * from Mahasiswa
where Tahun_Ajaran = ‘2005’ and Kode_Jurusan = ‘LB’;
Data yang akan ditampilkan hasil dari perintah diatas adalah yang memiliki Tahun Ajaran = 2005 dan Kode Jurusan = LB
OR
Operator OR berfungsi untuk menentukan bahwa salah satu kondisi harus dipenuhi.
Select * from Mahasiswa
where Tahun_Ajaran = ‘2005’ or Kode_Jurusan = ‘LB’;
GROUP BY
Dipergunakan untuk mengelompokan data.
Select kode_jurusan,count(NIM) from Mahasiswa group by kode_jurusan;
Count untuk menghitung jumlah barus dalam per group.
HAVING
Dipergunakan sebagai kondisi atau syarat yang digunakan setelah group by.
select kode_jurusan,count(NIM) from Mahasiswa
group by kode_jurusan
having count(NIM)>1;
ORDER BY
Operator ORDER BY dipergunakan untuk mengurutkan data yang secara default urutannya menaik atau Ascending (ASC). Selain bisa mengurutkan secara Ascending, kita juga bisa mengurutkan data secara menurun atau Descending (DESC).
Select * from Mahasiswa
where Tahun_Ajaran = ‘2005’ and Kode_Jurusan = ‘LB’ order by NIM asc;
DISTINCT
Ada kalanya, hasil query menampilkan row-row dengan nilai yang sama. Jika nilai yang sama ingin ditampilkan hanya satu kali, maka kita bisa menggunakan operator DISTINCT.
Select distinct(Kode_Jurusan) from Mahasiswa;
SELECT dari Beberapa Tabel
Sebelumnya kita sudah melakukan perintah select dengan satu tabel. Sekarang kita akan mencoba perintah select dengan tabel lebih dari satu.
Dalam salah satu kasus kita akan menampilkan nama jurusan berdasarkan data kode jurusan yang terdapat dalam tabel Mahasiswa. Dalam tabel mahasiswa tidak terdapat nama jurusan, untuk memperoleh nama jurusan kita perlu melakukan pengambilan atau penggabungan data dengan tabel Jurusan dengan kolom kode jurusan sebagai kunci.
Select Mahasiswa.NIM, Mahasiswa.Nama, Jurusan.Nama_Jurusan from Mahasiswa,Jurusan where Mahasiswa.kode_jurusan = Jurusan.kode_jurusan;
Dalam perintah diatas bisa dipergunakan perintah alias untuk menggantikan nama objek sebenarnya. Seperti contoh dibawah ini :
Select Mhs.NIM, Mhs.Nama, Jrs.Nama_Jurusan from Mahasiswa Mhs,Jurusan Jrs where Mhs.kode_jurusan = Jrs.kode_jurusan;
Perintah diatas mengaliaskan nama tabel Mahasiswa menjadi Mhs dan Jurusan menjadi Jrs. Selain mengaliaskan nama tabel kita juga bisa mengaliaskan kolom dengan menggunakan perintah AS.
Select Mhs.NIM, Mhs.Nama, Jrs.Nama_Jurusan,
Mhs.Tempat_Lahir+’, ’+cast(Mhs.Tanggal_Lahir as varchar) AS TTL
from Mahasiswa Mhs,Jurusan Jrs
where Mhs.kode_jurusan = Jrs.kode_jurusan;
dalam perintah diatas terdapat perintah cast yang berfungsi untuk mengkonversi tanggal lahir dengan tipe data datetime menjadi varchar agar dapat di gabungkan dengan kolom tempat lahir yang sebelumnya bertipe varchar menjadi sebuah kolom yang nama aliasnya TTL.
3. UPDATE
Perintah update dipergunakan untuk melakukan perubahan data yang sudah disimpan. Perintahnya adalah :
Update Mahasiswa set Nama = ‘Aming Surya Praja’ where NIM =’10113025’;
4. DELETE
Perintah DELETE dipergunakan untuk menghapus data dalam tabel.
Delete from Mahasiswa where NIM =’10113025’;
CREATE TABLE tbl_karyawan
(
NIK int,
Nama varchar(50),
Alamat varchar(50),
Kota varchar(50)
CONSTRAINT NIK_PK PRIMARY KEY (NIK)
)
CREATE TABLE tbl_gaji
(
Id_gaji int identity,
NIK int,
Periode varchar(20) not null,
Jumlah_Gaji int not null,
CONSTRAINT IdGaji_PK PRIMARY KEY (Id_gaji),
CONSTRAINT NIK_FK FOREIGN KEY (NIK) REFERENCES tbl_karyawan (NIK)
)
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10001,'Alex','Jl. Banda No. 10','Bandung')
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10002,'Budi','Jl. Merdeka No. 92','Jakarta')
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10003,'Rudi','Jl. Surya Sumantri No. 61','Bandung')
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10004,'Rini','Jl. Aceh No. 1','Bandung')
INSERT INTO tbl_karyawan (NIK,Nama,Alamat,Kota)
VALUES (10005,'Nina','JJl. Sudriman No. 76','Jakata')
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10001,'Maret',5000000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10003,'April',3000000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10004,'Maret',4500000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10003,'Januari',4000000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10001,'April',3250000)
INSERT INTO tbl_gaji (NIK,Periode,Jumlah_Gaji)
VALUES (10002,'Mei',2750000)
UPDATE tbl_karyawan
SET Nama = 'Robert'
WHERE NIK = 10002
UPDATE tbl_karyawan
SET Alamat = 'Jl. Tubagus No. 8',Kota = 'Surabaya'
WHERE NIK = 10005
DELETE FROM tbl_karyawan
WHERE NIK = 10005
SELECT k.NIK,k.Nama,k.Alamat,k.Kota,g.Jumlah_Gaji
FROM tbl_karyawan k
JOIN tbl_gaji g on k.NIK = g.NIK
WHERE Periode = Maret
quiz 01:
create database db_stan
use db_stan
create table tbl_provinsi
(
kode_provinsi varchar(5),
nama_provinsi varchar(50)
CONSTRAINT kodeProvinsi_PK PRIMARY KEY (kode_provinsi)
)
create table tbl_bank
(
kode_bank varchar(7),
nama_bank varchar(50)
CONSTRAINT kodeBank_PK PRIMARY KEY (kode_bank)
)
create table tbl_formulir
(
no_formulir int identity,
nama_lengkap varchar(50),
tgl_lahir datetime,
kode_provinsi varchar(5),
jenis_kelamin varchar(10),
tinggi_badan int,
tahun_lulus int,
total_nilai int,
jumlah_pelajaran int,
kondisi_mata varchar(30),
kode_bank varchar(7)
CONSTRAINT noFormulir_PK PRIMARY KEY (no_formulir),
CONSTRAINT kodeProvinsi_FK FOREIGN KEY (kode_provinsi) REFERENCES tbl_provinsi (kode_provinsi),
CONSTRAINT kodeBank_FK FOREIGN KEY (kode_bank) REFERENCES tbl_bank (kode_bank
)
insert into tbl_provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10001,'Jawa Barat')
insert into provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10002,'Jawa Tengah')
insert into provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10003,'Jawa Timur')
insert into provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10004,'Kalimantan Barat')
insert into provinsi(kode_provinsi,nama_provinsi)
values(10005,'Sumatera Barat')
insert into tbl_bank(kode_bank,nama_bank)
values(1,'Mandiri')
insert into bank(kode_bank,nama_bank)
values(2,'BRI')
insert into bank(kode_bank,nama_bank)
values(3,'BNI')
insert into bank(kode_bank,nama_bank)
values(4,'BCA')
insert into bank(kode_bank,nama_bank)
values(5,'NISP')
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('william',25/09/1990,10001,'Laki-laki',165,2011,1889,144,'silinder',4)
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('david',13/01/1989,10005,'Laki-laki',170,2011,1839,144,'normal',1)
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('richard',17/08/1945,10003,'Laki-laki',180,2011,1989,144,'minus',3)
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('lukas',25/08/1991,10004,'Laki-laki',170,2011,1899,144,'minus',5)
insert into tbl_formulir(nama_lengkap,tgl_lahir,kode_provinsi,jenis_kelamin,tinggi_badan,tahun_lulus,total_nilai,jumlah_pelajaran,kondisi_mata,kode_bank)
values('syella',20/01/1989,10002,'Perempuan',165,2011,1789,144,'normal',2)
quiz 02:
SELECT p.KodePelanggan,p.NamaPelanggan,f.TglFj,f.TotalFaktur
from FJ f join Pelanggan p on (f.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
where f.TglFj between '6/1/2005' and '6/30/2005 23:59:59'
SELECT top 5 f.KodePelanggan,p.NamaPelanggan,sum(f.TotalFaktur)
from FJ f join Pelanggan p on (f.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
where f.TglFj between '6/1/2005' and '6/30/2005 23:59:59'
group by f.KodePelanggan, p.NamaPelanggan
order by sum(f.TotalFaktur) desc
create table PelangganPilihan
(
KodePelanggan nvarchar(10),
cek bit,
CONSTRAINT PelangganPilihan_PK PRIMARY KEY (KodePelanggan),
CONSTRAINT KodePelanggan_FK FOREIGN KEY (KodePelanggan) REFERENCES Pelanggan(KodePelanggan)
)
insert into PelangganPilihan(KodePelanggan,cek)
values('C-00001',1)
insert into PelangganPilihan(KodePelanggan,cek)
values('C-00002',0)
select p.*
from PelangganPilihan pp join Pelanggan p on (pp.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
where pp.cek = 1
SELECT *
from FJ f join Pelanggan p on (f.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
join PelangganPilihan pp on (pp.KodePelanggan = p.KodePelanggan)
Sabtu, 22 Mei 2010
minggu keduabelas progweb
Pada minggu keduabelas ini, pada kelas praktikum mempelajari tentang XML (EXtensible Markup Language) dan pada kelas teori latihan mengenai XML. Pembahasan lengkap tentang XML ada pada minggu yang sebelumnya.
Minggu, 16 Mei 2010
minggu kesebelas progweb
Pada minggu kesebelas ini, kuliah progweb di kelas praktikum membahas tentang Java Script lanjut sedangkan di kelas teori membahas tentang XML.
XML adalah singkatan dari eXtensible Markup Language.
XML dirancang untuk mentransport dan menyimpan data.
XML penting untuk diketahui dan sangat mudah untuk dipelajari.
HTML didesain untuk menampilkan data, sedangkan XML didesain untuk mentransport dan menyimpan data.
XML adalah markup language seperti HTML.
XML didesain untuk membawa data, tidak untuk menampilkan data.
Tag XML tidak standar, kita harus mendefinisikan tag kita sendiri.
XML dirancang untuk menjadi self - descriptive.
XML merupakan rekomendasi dari W3C.
XML bukanlah pengganti dari HTML.
XML dan HTML dirancang dengan tujuan yang berbeda :
XML dirancang untuk mengangkut dan menyimpan data, dengan memfokuskan pada apa data tersebut.
HTML didesain untuk menampilkan data, dengan memfokuskan pada bagaimana data tersebut terlihat.
HTML adalah tentang menampilkan informasi, sedangkan XML adalah tentang membawa informasi.
Mungkin agak sulit untuk dimengerti, tetapi XML tidak melakukan apa-apa. XML diciptakan untuk struktur, penyimpanan, dan transportasi informasi. Itu hanya sebuah informasi yang terbungkus oleh tag.
Tidak ada yang istimewa dari XML. XML hanya teks biasa. Perangkat lunak yang dapat menangani teks biasa juga dapat menangani XML.
Namun, aplikasi XML-aware dapat menangani XML tag khusus. Arti fungsional tag tergantung pada sifat dari aplikasi.
Tag yang digunakan dalam HTML (dan struktur dari HTML) telah ditetapkan. Dokumen HTML hanya dapat menggunakan tag yang sudah didefinisikan dalam standar HTML.
XML memungkinkan penulis untuk mendefinisikan tag sendiri dan struktur dokumen sendiri.
Penting untuk dimengerti bahwa XML bukanlah pengganti HTML. Pada kebanyakan aplikasi web, XML digunakan untuk transportasi data, sementara HTML digunakan untuk memformat dan menampilkan data.
Deskripsi terbaik dari XML adalah sebuah alat perangkat lunak dan perangkat keras yang independen untuk membawa informasi.
XML menjadi rekomendasi W3C pada 10 Februari 1998.
Kita telah berpartisipasi dalam pembangunan XML sejak penciptaannya. Sangat menakjubkan untuk melihat seberapa cepat standar XML telah berkembang, dan seberapa cepat sejumlah besar vendor software telah mengadopsi standar XML.
XML sekarang penting untuk Web sama seperti HTML sebagai dasar dari web.
XML berada di mana-mana. Ini adalah alat yang paling umum untuk transmisi data antara segala macam aplikasi, dan menjadi semakin populer di bidang penyimpanan dan mendeskripsikan informasi.
XML digunakan dalam banyak aspek pembangunan web, sering untuk menyederhanakan penyimpanan data dan berbagi.
Jika kita perlu menampilkan data dinamis dalam dokumen HTML, akan memerlukan kerja keras untuk mengedit HTML setiap kali perubahan data. Dengan XML, data dapat disimpan dalam file XML terpisah. Dengan cara ini kita bisa berkonsentrasi menggunakan HTML untuk layout dan tampilan, dan pastikan bahwa perubahan data mendasar tidak akan memerlukan perubahan apapun pada HTML. Dengan beberapa baris JavaScript, kita dapat membaca file XML eksternal dan memperbarui konten data dari HTML kita.
Dalam dunia nyata, sistem komputer dan database mengandung data dalam format yang tidak kompatibel. Data XML disimpan dalam format teks biasa, menyediakan perangkat lunak dan perangkat keras yang menyimpan data secara independen.
Hal ini membuat menjadi lebih mudah untuk membuat data bahwa aplikasi yang berbeda dapat berbagi.
Dengan XML, data dapat dengan mudah dipertukarkan antara sistem yang tidak kompatibel. Salah satu tantangan yang paling memakan waktu untuk para pengembang adalah untuk pertukaran data antara sistem yang tidak kompatibel melalui Internet.
Bertukar data dalam XML sangat mengurangi kompleksitas, karena data dapat dibaca oleh aplikasi berbeda yang tidak kompatibel.
Upgrade ke sistem baru (hardware atau software platform), selalu memakan waktu. Sejumlah besar data harus dikonversi dan data yang tidak kompatibel sering hilang.
XML adalah data yang disimpan dalam format teks. Hal ini membuat menjadi lebih mudah untuk memperluas atau upgrade ke sistem operasi baru, aplikasi baru, atau browser baru, tanpa kehilangan data.
Karena XML bersifat independen dari perangkat keras, perangkat lunak dan aplikasi, XML dapat membuat data lebih tersedia dan berguna. Aplikasi yang berbeda dapat mengakses data kita, tidak hanya dalam halaman HTML, tetapi juga dari sumber data XML. Dengan XML, data dapat tersedia untuk semua jenis "mesin pembaca" (komputer Genggam, mesin suara, feed berita, dll), dan membuatnya lebih tersedia untuk orang-orang buta, atau orang-orang cacat lainnya.
Banyak bahasa internet baru yang dibuat dengan XML. Berikut adalah beberapa contoh:
• XHTML versi terbaru dari HTML
• WSDL untuk menggambarkan layanan web yang tersedia
• WAP dan WML sebagai bahasa markup untuk perangkat genggam
• RSS bahasa untuk feed berita
• RDF dan OWL untuk menggambarkan sumber daya dan ontologi
• SMIL untuk menggambarkan multimedia untuk web
Jika mereka benar memiliki selera, aplikasi di masa depan akan menukaran data dalam XML. Masa depan mungkin memberi kita pengolah kata, aplikasi spreadsheet dan database yang dapat membaca data satu sama lain dalam format teks murni, tanpa utilitas konversi di antaranya. Kita hanya bisa berdoa agar semua vendor perangkat lunak akan setuju.
Dokumen XML harus berisi elemen akar. Elemen ini adalah "induk" dari semua elemen lainnya. Unsur-unsur dalam bentuk dokumen XML pohon dokumen. Pohon itu dimulai pada akar dan cabang ke tingkat terendah dari pohon. Semua elemen dapat memiliki sub elemen (elemen anak).
Istilah orangtua, anak, dan saudara digunakan untuk menggambarkan hubungan antara elemen. Elemen orangtua memiliki anak. Anak-anak pada tingkat yang sama disebut saudara (adik atau kakak). Semua elemen dapat memiliki konten teks dan atribut (seperti dalam HTML).
Aturan sintaks XML sangat sederhana dan logis. Peraturan - peraturan tersebut mudah dipelajari, dan mudah digunakan.
Dalam HTML, kita sering melihat unsur-unsur yang tidak memiliki tag penutup.
Pada XML, itu adalah ilegal untuk menghilangkan tag penutup. Semua elemen harus memiliki tag penutup.
Elemen XML didefinisikan menggunakan tag XML. Tag XML bersifat case sensitive. Membuka dan menutup tag harus ditulis dengan kasus yang sama.
Dalam HTML, kita mungkin melihat unsur-unsur elemen bersarang yang tidak benar.
Dalam XML, semua elemen harus benar diulang dalam satu sama lain.
Dokumen XML harus berisi satu unsur yang merupakan induk dari semua elemen lainnya. Elemen ini disebut root element.
Elemen XML dapat memiliki atribut dalam nama / pasangan nilai seperti pada HTML.
Dalam XML nilai atribut harus selalu diberi tanda kutip.
Beberapa karakter memiliki arti khusus di XML. Jika kita menempatkan karakter seperti "<" di dalam elemen XML, maka akan menghasilkan kesalahan karena parser menafsirkannya sebagai awal sebuah elemen baru. Untuk menghindari kesalahan ini, ganti karakter "<" dengan referensi entitas.
Sintaks untuk menulis komentar dalam XML mirip dengan HTML.
HTML memotong karakter spasi putih-ganda menjadi satu spasi putih-tunggal.
Dengan XML, karakter spasi di dokumen tidak terpotong.
XML adalah singkatan dari eXtensible Markup Language.
XML dirancang untuk mentransport dan menyimpan data.
XML penting untuk diketahui dan sangat mudah untuk dipelajari.
HTML didesain untuk menampilkan data, sedangkan XML didesain untuk mentransport dan menyimpan data.
XML adalah markup language seperti HTML.
XML didesain untuk membawa data, tidak untuk menampilkan data.
Tag XML tidak standar, kita harus mendefinisikan tag kita sendiri.
XML dirancang untuk menjadi self - descriptive.
XML merupakan rekomendasi dari W3C.
XML bukanlah pengganti dari HTML.
XML dan HTML dirancang dengan tujuan yang berbeda :
XML dirancang untuk mengangkut dan menyimpan data, dengan memfokuskan pada apa data tersebut.
HTML didesain untuk menampilkan data, dengan memfokuskan pada bagaimana data tersebut terlihat.
HTML adalah tentang menampilkan informasi, sedangkan XML adalah tentang membawa informasi.
Mungkin agak sulit untuk dimengerti, tetapi XML tidak melakukan apa-apa. XML diciptakan untuk struktur, penyimpanan, dan transportasi informasi. Itu hanya sebuah informasi yang terbungkus oleh tag.
Tidak ada yang istimewa dari XML. XML hanya teks biasa. Perangkat lunak yang dapat menangani teks biasa juga dapat menangani XML.
Namun, aplikasi XML-aware dapat menangani XML tag khusus. Arti fungsional tag tergantung pada sifat dari aplikasi.
Tag yang digunakan dalam HTML (dan struktur dari HTML) telah ditetapkan. Dokumen HTML hanya dapat menggunakan tag yang sudah didefinisikan dalam standar HTML.
XML memungkinkan penulis untuk mendefinisikan tag sendiri dan struktur dokumen sendiri.
Penting untuk dimengerti bahwa XML bukanlah pengganti HTML. Pada kebanyakan aplikasi web, XML digunakan untuk transportasi data, sementara HTML digunakan untuk memformat dan menampilkan data.
Deskripsi terbaik dari XML adalah sebuah alat perangkat lunak dan perangkat keras yang independen untuk membawa informasi.
XML menjadi rekomendasi W3C pada 10 Februari 1998.
Kita telah berpartisipasi dalam pembangunan XML sejak penciptaannya. Sangat menakjubkan untuk melihat seberapa cepat standar XML telah berkembang, dan seberapa cepat sejumlah besar vendor software telah mengadopsi standar XML.
XML sekarang penting untuk Web sama seperti HTML sebagai dasar dari web.
XML berada di mana-mana. Ini adalah alat yang paling umum untuk transmisi data antara segala macam aplikasi, dan menjadi semakin populer di bidang penyimpanan dan mendeskripsikan informasi.
XML digunakan dalam banyak aspek pembangunan web, sering untuk menyederhanakan penyimpanan data dan berbagi.
Jika kita perlu menampilkan data dinamis dalam dokumen HTML, akan memerlukan kerja keras untuk mengedit HTML setiap kali perubahan data. Dengan XML, data dapat disimpan dalam file XML terpisah. Dengan cara ini kita bisa berkonsentrasi menggunakan HTML untuk layout dan tampilan, dan pastikan bahwa perubahan data mendasar tidak akan memerlukan perubahan apapun pada HTML. Dengan beberapa baris JavaScript, kita dapat membaca file XML eksternal dan memperbarui konten data dari HTML kita.
Dalam dunia nyata, sistem komputer dan database mengandung data dalam format yang tidak kompatibel. Data XML disimpan dalam format teks biasa, menyediakan perangkat lunak dan perangkat keras yang menyimpan data secara independen.
Hal ini membuat menjadi lebih mudah untuk membuat data bahwa aplikasi yang berbeda dapat berbagi.
Dengan XML, data dapat dengan mudah dipertukarkan antara sistem yang tidak kompatibel. Salah satu tantangan yang paling memakan waktu untuk para pengembang adalah untuk pertukaran data antara sistem yang tidak kompatibel melalui Internet.
Bertukar data dalam XML sangat mengurangi kompleksitas, karena data dapat dibaca oleh aplikasi berbeda yang tidak kompatibel.
Upgrade ke sistem baru (hardware atau software platform), selalu memakan waktu. Sejumlah besar data harus dikonversi dan data yang tidak kompatibel sering hilang.
XML adalah data yang disimpan dalam format teks. Hal ini membuat menjadi lebih mudah untuk memperluas atau upgrade ke sistem operasi baru, aplikasi baru, atau browser baru, tanpa kehilangan data.
Karena XML bersifat independen dari perangkat keras, perangkat lunak dan aplikasi, XML dapat membuat data lebih tersedia dan berguna. Aplikasi yang berbeda dapat mengakses data kita, tidak hanya dalam halaman HTML, tetapi juga dari sumber data XML. Dengan XML, data dapat tersedia untuk semua jenis "mesin pembaca" (komputer Genggam, mesin suara, feed berita, dll), dan membuatnya lebih tersedia untuk orang-orang buta, atau orang-orang cacat lainnya.
Banyak bahasa internet baru yang dibuat dengan XML. Berikut adalah beberapa contoh:
• XHTML versi terbaru dari HTML
• WSDL untuk menggambarkan layanan web yang tersedia
• WAP dan WML sebagai bahasa markup untuk perangkat genggam
• RSS bahasa untuk feed berita
• RDF dan OWL untuk menggambarkan sumber daya dan ontologi
• SMIL untuk menggambarkan multimedia untuk web
Jika mereka benar memiliki selera, aplikasi di masa depan akan menukaran data dalam XML. Masa depan mungkin memberi kita pengolah kata, aplikasi spreadsheet dan database yang dapat membaca data satu sama lain dalam format teks murni, tanpa utilitas konversi di antaranya. Kita hanya bisa berdoa agar semua vendor perangkat lunak akan setuju.
Dokumen XML harus berisi elemen akar. Elemen ini adalah "induk" dari semua elemen lainnya. Unsur-unsur dalam bentuk dokumen XML pohon dokumen. Pohon itu dimulai pada akar dan cabang ke tingkat terendah dari pohon. Semua elemen dapat memiliki sub elemen (elemen anak).
Istilah orangtua, anak, dan saudara digunakan untuk menggambarkan hubungan antara elemen. Elemen orangtua memiliki anak. Anak-anak pada tingkat yang sama disebut saudara (adik atau kakak). Semua elemen dapat memiliki konten teks dan atribut (seperti dalam HTML).
Aturan sintaks XML sangat sederhana dan logis. Peraturan - peraturan tersebut mudah dipelajari, dan mudah digunakan.
Dalam HTML, kita sering melihat unsur-unsur yang tidak memiliki tag penutup.
Pada XML, itu adalah ilegal untuk menghilangkan tag penutup. Semua elemen harus memiliki tag penutup.
Elemen XML didefinisikan menggunakan tag XML. Tag XML bersifat case sensitive. Membuka dan menutup tag harus ditulis dengan kasus yang sama.
Dalam HTML, kita mungkin melihat unsur-unsur elemen bersarang yang tidak benar.
Dalam XML, semua elemen harus benar diulang dalam satu sama lain.
Dokumen XML harus berisi satu unsur yang merupakan induk dari semua elemen lainnya. Elemen ini disebut root element.
Elemen XML dapat memiliki atribut dalam nama / pasangan nilai seperti pada HTML.
Dalam XML nilai atribut harus selalu diberi tanda kutip.
Beberapa karakter memiliki arti khusus di XML. Jika kita menempatkan karakter seperti "<" di dalam elemen XML, maka akan menghasilkan kesalahan karena parser menafsirkannya sebagai awal sebuah elemen baru. Untuk menghindari kesalahan ini, ganti karakter "<" dengan referensi entitas.
Sintaks untuk menulis komentar dalam XML mirip dengan HTML.
HTML memotong karakter spasi putih-ganda menjadi satu spasi putih-tunggal.
Dengan XML, karakter spasi di dokumen tidak terpotong.
Minggu, 09 Mei 2010
minggu kesepuluh progweb
Pada minggu kesepuluh kuliah pemrograman web ini, masih mempelajari tentang JavaScript lanjut.
Bagi setiap orang yang pernah belajar suatu bahasa pemrograman tertentu pasti pernah mengenal konsep array. Array sering kali digambarkan sebagai suatu variabel yang mampu menampung banyak nilai oleh karenanya sering kali juga dikenal dengan sebutan variabel array.
Dalam JavaScript terdapat dua cara untuk mendeklarasikan suatu array.
Bentuk umum dari cara yang pertama adalah:
var nama_variabel_array = new Array(isi_array);
contoh:
var hobi = new Array("memancing","membaca","melukis","menyanyi");
Pada contoh tersebut dideklarasikan suatu variabel array bernama hobi. Varibel array ini berisi nilai - nilai bertipe data String, yaitu "memancing","membaca","melukis", dan "menyanyi". Pada cara pendeklarasian seperti ini suatu variabel array akan langsung diberi nilai awal dan ukuran dari variabel array yang terbentuk akan disesuaikan dengan banyaknya nilai awal yang diisikan.
Bentuk umum dari cara yang kedua adalah:
var nama_variabel_array = new Array(ukuran);
contoh:
var negara = new Array();
Pada cara pendeklarasian kedua seperti di atas akan menghasilkan suatu variabel array bernama negara. Yang menarik dari array yang dimiliki oleh Java Script adalah ukurannya yang dinamis. Dalam Java Script seseorang yang ingin membuat suatu array tidak perlu menentukan ukuran array yang akan dibuat. Ukuran array dalam Java Script akan secara otomatis menyesuaikan dengan jumlah data yang ditampung di dalamnya.
Untuk menyimpan data pada suatu array ataupun untuk mengakses data yang tersimpan di dalam suatu array dapat dilakukan dengan menyebutkan nama array dan diikuti dengan index tempat data tersebut berada dalam array yang bersangkutan.
Misalnya pada array negara akan dimasukkan data - data negara: "indonesia", "jepang", "belanda", dan "malaysia", maka dapat dilakukan dengan:
negara[0] = "indonesia";
negara[1] = "jepang";
negara[2] = "belanda";
negara[3] = "malaysia";
var coba = negara[1];
Pada contoh di atas, array negara dengan index 0 akan berisi data string "indonesia", dan pada index 2 akan berisi data string "belanda". Variabel coba pada contoh di atas akan berisi data yang dicopykan dari array negara index 1. Dengan kata lain variabel coba pada contoh di atas akan berisi data string "jepang".
Obyek standart JavaScript distandarisasikan oleh asosiasi ECMA (European Computer Manufacturer Association). Berikut ini adalah daftar obyek standart JavaScript: obyek Array, obyek Date, obyek Math, obyek String, obyek Boolean, obyek Function, obyek Number, dan obyek RegExp.
Obyek array adalah satu obyek yang memungkinkan kita untuk membuat dan memanipulasi tabel. Metoda standart dari obyek array adalah sebagai berikut : Table.join();, Table.sort();, Table.reverse();, concat(tab1,tab2[,tab3,...]);, Table.pop();, Table.push(nilai1[,nilai2,...]);, Table.shift();, Table.slice();, Table.splice();, Table.unshift(nilai1[,nilai2,...]);, Table.toString();, Table.valueIf();.
Obyek string adalah satu obyek yang berisi beberapa metoda dan properti untuk memanipulasi data jenis string. Obyek string sendiri hanya mempunyai satu properti yaitu properti length untuk memperoleh panjang dari variabel data string. Sintaks dari properti ini adalah sebagai berikut :
x = nama_variabel_string.length;
x = ('sembarang teks').length;
metoda dari obyek string memungkinkan kita untuk memperoleh satu potongan/bagian dari data string dan juga memodifikasinya. Berikut ini adalah beberapa metoda standard dari obyek string : string.big();, string.small();, string.blink();, string.bold();, string.charAt(posisi);, string.fixed();, string.charCodeAt(posisi);concat(teks1,teks2,...), string.fontcolor(warna);, string.fontsize(ukuran);, string.indexOf(substring,posisi);, string.lastIndexOf(substring,posisi);, string.italics();, string.link(URL);, string.strike();, string.sub();, string.sup();, string.substr(posisi,panjang);, string.substring(posisi1,posisi2);, string.toLowerCase();, string.toUpperCase();, string.split();.
Bagi setiap orang yang pernah belajar suatu bahasa pemrograman tertentu pasti pernah mengenal konsep array. Array sering kali digambarkan sebagai suatu variabel yang mampu menampung banyak nilai oleh karenanya sering kali juga dikenal dengan sebutan variabel array.
Dalam JavaScript terdapat dua cara untuk mendeklarasikan suatu array.
Bentuk umum dari cara yang pertama adalah:
var nama_variabel_array = new Array(isi_array);
contoh:
var hobi = new Array("memancing","membaca","melukis","menyanyi");
Pada contoh tersebut dideklarasikan suatu variabel array bernama hobi. Varibel array ini berisi nilai - nilai bertipe data String, yaitu "memancing","membaca","melukis", dan "menyanyi". Pada cara pendeklarasian seperti ini suatu variabel array akan langsung diberi nilai awal dan ukuran dari variabel array yang terbentuk akan disesuaikan dengan banyaknya nilai awal yang diisikan.
Bentuk umum dari cara yang kedua adalah:
var nama_variabel_array = new Array(ukuran);
contoh:
var negara = new Array();
Pada cara pendeklarasian kedua seperti di atas akan menghasilkan suatu variabel array bernama negara. Yang menarik dari array yang dimiliki oleh Java Script adalah ukurannya yang dinamis. Dalam Java Script seseorang yang ingin membuat suatu array tidak perlu menentukan ukuran array yang akan dibuat. Ukuran array dalam Java Script akan secara otomatis menyesuaikan dengan jumlah data yang ditampung di dalamnya.
Untuk menyimpan data pada suatu array ataupun untuk mengakses data yang tersimpan di dalam suatu array dapat dilakukan dengan menyebutkan nama array dan diikuti dengan index tempat data tersebut berada dalam array yang bersangkutan.
Misalnya pada array negara akan dimasukkan data - data negara: "indonesia", "jepang", "belanda", dan "malaysia", maka dapat dilakukan dengan:
negara[0] = "indonesia";
negara[1] = "jepang";
negara[2] = "belanda";
negara[3] = "malaysia";
var coba = negara[1];
Pada contoh di atas, array negara dengan index 0 akan berisi data string "indonesia", dan pada index 2 akan berisi data string "belanda". Variabel coba pada contoh di atas akan berisi data yang dicopykan dari array negara index 1. Dengan kata lain variabel coba pada contoh di atas akan berisi data string "jepang".
Obyek standart JavaScript distandarisasikan oleh asosiasi ECMA (European Computer Manufacturer Association). Berikut ini adalah daftar obyek standart JavaScript: obyek Array, obyek Date, obyek Math, obyek String, obyek Boolean, obyek Function, obyek Number, dan obyek RegExp.
Obyek array adalah satu obyek yang memungkinkan kita untuk membuat dan memanipulasi tabel. Metoda standart dari obyek array adalah sebagai berikut : Table.join();, Table.sort();, Table.reverse();, concat(tab1,tab2[,tab3,...]);, Table.pop();, Table.push(nilai1[,nilai2,...]);, Table.shift();, Table.slice();, Table.splice();, Table.unshift(nilai1[,nilai2,...]);, Table.toString();, Table.valueIf();.
Obyek string adalah satu obyek yang berisi beberapa metoda dan properti untuk memanipulasi data jenis string. Obyek string sendiri hanya mempunyai satu properti yaitu properti length untuk memperoleh panjang dari variabel data string. Sintaks dari properti ini adalah sebagai berikut :
x = nama_variabel_string.length;
x = ('sembarang teks').length;
metoda dari obyek string memungkinkan kita untuk memperoleh satu potongan/bagian dari data string dan juga memodifikasinya. Berikut ini adalah beberapa metoda standard dari obyek string : string.big();, string.small();, string.blink();, string.bold();, string.charAt(posisi);, string.fixed();, string.charCodeAt(posisi);concat(teks1,teks2,...), string.fontcolor(warna);, string.fontsize(ukuran);, string.indexOf(substring,posisi);, string.lastIndexOf(substring,posisi);, string.italics();, string.link(URL);, string.strike();, string.sub();, string.sup();, string.substr(posisi,panjang);, string.substring(posisi1,posisi2);, string.toLowerCase();, string.toUpperCase();, string.split();.
Sabtu, 01 Mei 2010
minggu kesembilan progweb
Di minggu kesembilan perkuliahan pemrograman web, masih membahas tentang Java Script.
Dalam Java Script terdapat tiga macam message box standar, yaitu alert, confirm, dan prompt. Dalam JavaScript ketiga message box ini merupakan bagian dari objek window.
Alert digunakan untuk menampilkan pesan / informasi yang sifatnya penting dan mendesak. Misalkan saja informasi yang menyatakan bahwa suatu halaman web membutuhkan shockwave player yang terinstal pada web browser. Bentuk umum dari message box alert adalah: window.alert(pesan);
Confirm digunakan untuk meminta konfirmasi dari pengunjung web. Nilai yang mampu ditampung oleh message box ini adalah nilai true atau false. Kedua nilai ini dihasilkan dari penekanan tombol Ok atau Cancel. Penekanan tombol Ok akan menghasilkan nilai true sedangkan penekanan tombol Cancel akan menghasilkan nilai false. Bentuk umum dari message box confirm adalah: window.confirm(pertanyaan);
Prompt dapat digunakan untuk menampung nilai yang diinputkan oleh pengunjung web. Bentuk umum dari message box prompt adalah: window.prompt(pesan, nilai_default);
Penggunaan function memungkinkan penulisan suatu kode program secara modular atau yang sering kali disebut sebagai modular programming. Penulisan function pada Java Script umumnya diletakkan pada bagian HEAD dalam dokumen HTML.
Bentuk umum dalam penulisan function adalah:
function nama_function()
{
//statement - statement yang akan dieksekusi oleh function
}
Ketika suatu function ingin digunakan yang perlu dilakukan adalah memanggil nama functionnya.
Suatu function juga bisa melewatkan suatu parameter ketika function tersebut dipanggil. Bentuk umum penulisannya adalah:
function nama_function(parameter1, parameter2, ...)
{
//statement - statement yang akan dieksekusi oleh function
}
Suatu function juga bisa menghasilkan suatu nilai ketika function tersebut dipanggil. Untuk menjadikan function yang dibuat dapat menghasilkan / mengembalikan suatu nilai ketika dipanggil, yang perlu dilakukan adalah dengan menyertakan kata kunci return di depan nilai yang akan dikembalikan oleh function tersebut.
Berikut ini adalah bentuk umum penulisannya.
function nama_function()
{
//statement - statement yang akan dieksekusi oleh function
return nilai_kembali;
}
Event adalah kejadian yang terjadi pada suatu halaman web. Kejadian ini bisa bermacam - macam, ada kejadian penekanan tombol, kejadian pengubahan nilai pada textbox, dan bermacam - macam kejadian lainnya. Kejadian - kejadian tersebut bisa diarahkan untuk memicu pemanggilan suatu function tertentu. Konsep pemrograman di mana suatu function dipanggil berdasarkan suatu event tertentu dikenal dengan istilah event handling programming.
Event onClick merupakan kejadian penekanan tombol mouse (click) pada komponen form. Kejadian ini bisa berupa penekanan tombol, pemilihan checkbox maupun radio button, dan pemilihan suatu link, serta penekanan tombol submit ataupun reset. Pengaturan terhadap event ini dilakukan dengan menuliskan atribut onClick pada tag HTML yang
bersangkutan. Atribut ini dapat diberi nilai berupa nama function yang akan dipicu oleh event tersebut.
Dalam dokument HTML untuk membuat suatu tombol bebas (selain tombol submit dan reset) dapat menggunakan tag INPUT dengan menyertakan atribut TYPE yang diberi nilai BUTTON. Label pada tombol bisa diatur menggunakan atribut VALUE. Untuk mengakses nilai yang tertampung dalam suatu komponen, yang perlu dilakukan adalah menyebutkan
nama form tempat komponen tersebut berada, selanjutnya baru sebutkan nama komponennya dan diakhiri dengan kata kunci value. Penyebutan itu dilakukan dengan menyertakan tanda "." (titik) sebagai pemisah. Hal ini berlaku juga ketika Java Script ingin menempatkan nilai yang dihasilkan ke dalam suatu komponen dalam form HTML.
Atribut READONLY yang terdapat pada suatu textbox menjadikan nilai pada textbox tersebut tidak dapat diubah lewat halaman web browser. Selain atribut READONLY terdapat atribut lain yaitu atribut DISABLED yang berfungsi untuk menonaktifkan
suatu komponen form.
Event onLoad berkaitan dengan kejadian pembukaan suatu file dokumen HTML ke dalam web browser sedangkan event onUnLoad berkaitan dengan kejadian penutupan suatu file dokumen HTML oleh suatu web browser. Kejadian penutupan file dokumen HTML yang dimaksud di sini bukan hanya penutupan web browser tetapi lebih mengarah ke pergantian pembukaan file dokumen HTML. Contoh paling nyata dari kejadian ini adalah ketika terjadi pemilihan link di mana web browser akan menutup file dokumen HTML yang saat ini sedang dibuka dan kemudian membuka file dokumen HTML yang lain sesuai dengan yang disebutkan pada atribut HREF pada link yang bersangkutan. Baik event onLoad maupun event onUnLoad keduanya hanya dapat disertakan sebagai atribut pada tag BODY.
Event onFocus berkaitan dengan kejadian mengarahkan fokus kursor ke suatu komponen form tertentu. Contoh nyata dari kejadian ini adalah ketika melakukan pemindahan kursor ke dalam suatu textbox baik itu dilakukan dengan menggunakan bantuan mouse ataupun menggunakan tombol tabulasi pada keyboard. Sedikit berbeda dengan event onFocus, event onBlur berkaitan dengan kejadian ketika kursor beralih meninggalkan suatu komponen form tertentu. Baik event onFocus maupun event onBlur keduanya bisa diimplementasikan pada komponen textbox dan textarea.
Event onChange merupakan suatu kejadian pengubahan nilai pada suatu komponen. Contoh nyata dari event ini adalah pada kejadian pengisian atau pengubahan nilai pada textbox, textarea, combo box, dan listbox.
Event onSelect berkaitan dengan kejadian pemilihan teks pada suatu komponen form seperti pemilihan teks yang berada pada suatu textbox. Event ini bisa diterapkan pada textbox, textarea, combo box, dan listbox.
Event onMouseOver dan onMouseOut berkaitan dengan kejadian pergerakan kursor mouse pada suatu link. Event onMouseOver terjadi ketika kursor mouse berada di atas suatu link sedangakan event onMouseOut terjadi ketika cursor mouse bergerak meninggalkan suatu link.
Dalam Java Script terdapat tiga macam message box standar, yaitu alert, confirm, dan prompt. Dalam JavaScript ketiga message box ini merupakan bagian dari objek window.
Alert digunakan untuk menampilkan pesan / informasi yang sifatnya penting dan mendesak. Misalkan saja informasi yang menyatakan bahwa suatu halaman web membutuhkan shockwave player yang terinstal pada web browser. Bentuk umum dari message box alert adalah: window.alert(pesan);
Confirm digunakan untuk meminta konfirmasi dari pengunjung web. Nilai yang mampu ditampung oleh message box ini adalah nilai true atau false. Kedua nilai ini dihasilkan dari penekanan tombol Ok atau Cancel. Penekanan tombol Ok akan menghasilkan nilai true sedangkan penekanan tombol Cancel akan menghasilkan nilai false. Bentuk umum dari message box confirm adalah: window.confirm(pertanyaan);
Prompt dapat digunakan untuk menampung nilai yang diinputkan oleh pengunjung web. Bentuk umum dari message box prompt adalah: window.prompt(pesan, nilai_default);
Penggunaan function memungkinkan penulisan suatu kode program secara modular atau yang sering kali disebut sebagai modular programming. Penulisan function pada Java Script umumnya diletakkan pada bagian HEAD dalam dokumen HTML.
Bentuk umum dalam penulisan function adalah:
function nama_function()
{
//statement - statement yang akan dieksekusi oleh function
}
Ketika suatu function ingin digunakan yang perlu dilakukan adalah memanggil nama functionnya.
Suatu function juga bisa melewatkan suatu parameter ketika function tersebut dipanggil. Bentuk umum penulisannya adalah:
function nama_function(parameter1, parameter2, ...)
{
//statement - statement yang akan dieksekusi oleh function
}
Suatu function juga bisa menghasilkan suatu nilai ketika function tersebut dipanggil. Untuk menjadikan function yang dibuat dapat menghasilkan / mengembalikan suatu nilai ketika dipanggil, yang perlu dilakukan adalah dengan menyertakan kata kunci return di depan nilai yang akan dikembalikan oleh function tersebut.
Berikut ini adalah bentuk umum penulisannya.
function nama_function()
{
//statement - statement yang akan dieksekusi oleh function
return nilai_kembali;
}
Event adalah kejadian yang terjadi pada suatu halaman web. Kejadian ini bisa bermacam - macam, ada kejadian penekanan tombol, kejadian pengubahan nilai pada textbox, dan bermacam - macam kejadian lainnya. Kejadian - kejadian tersebut bisa diarahkan untuk memicu pemanggilan suatu function tertentu. Konsep pemrograman di mana suatu function dipanggil berdasarkan suatu event tertentu dikenal dengan istilah event handling programming.
Event onClick merupakan kejadian penekanan tombol mouse (click) pada komponen form. Kejadian ini bisa berupa penekanan tombol, pemilihan checkbox maupun radio button, dan pemilihan suatu link, serta penekanan tombol submit ataupun reset. Pengaturan terhadap event ini dilakukan dengan menuliskan atribut onClick pada tag HTML yang
bersangkutan. Atribut ini dapat diberi nilai berupa nama function yang akan dipicu oleh event tersebut.
Dalam dokument HTML untuk membuat suatu tombol bebas (selain tombol submit dan reset) dapat menggunakan tag INPUT dengan menyertakan atribut TYPE yang diberi nilai BUTTON. Label pada tombol bisa diatur menggunakan atribut VALUE. Untuk mengakses nilai yang tertampung dalam suatu komponen, yang perlu dilakukan adalah menyebutkan
nama form tempat komponen tersebut berada, selanjutnya baru sebutkan nama komponennya dan diakhiri dengan kata kunci value. Penyebutan itu dilakukan dengan menyertakan tanda "." (titik) sebagai pemisah. Hal ini berlaku juga ketika Java Script ingin menempatkan nilai yang dihasilkan ke dalam suatu komponen dalam form HTML.
Atribut READONLY yang terdapat pada suatu textbox menjadikan nilai pada textbox tersebut tidak dapat diubah lewat halaman web browser. Selain atribut READONLY terdapat atribut lain yaitu atribut DISABLED yang berfungsi untuk menonaktifkan
suatu komponen form.
Event onLoad berkaitan dengan kejadian pembukaan suatu file dokumen HTML ke dalam web browser sedangkan event onUnLoad berkaitan dengan kejadian penutupan suatu file dokumen HTML oleh suatu web browser. Kejadian penutupan file dokumen HTML yang dimaksud di sini bukan hanya penutupan web browser tetapi lebih mengarah ke pergantian pembukaan file dokumen HTML. Contoh paling nyata dari kejadian ini adalah ketika terjadi pemilihan link di mana web browser akan menutup file dokumen HTML yang saat ini sedang dibuka dan kemudian membuka file dokumen HTML yang lain sesuai dengan yang disebutkan pada atribut HREF pada link yang bersangkutan. Baik event onLoad maupun event onUnLoad keduanya hanya dapat disertakan sebagai atribut pada tag BODY.
Event onFocus berkaitan dengan kejadian mengarahkan fokus kursor ke suatu komponen form tertentu. Contoh nyata dari kejadian ini adalah ketika melakukan pemindahan kursor ke dalam suatu textbox baik itu dilakukan dengan menggunakan bantuan mouse ataupun menggunakan tombol tabulasi pada keyboard. Sedikit berbeda dengan event onFocus, event onBlur berkaitan dengan kejadian ketika kursor beralih meninggalkan suatu komponen form tertentu. Baik event onFocus maupun event onBlur keduanya bisa diimplementasikan pada komponen textbox dan textarea.
Event onChange merupakan suatu kejadian pengubahan nilai pada suatu komponen. Contoh nyata dari event ini adalah pada kejadian pengisian atau pengubahan nilai pada textbox, textarea, combo box, dan listbox.
Event onSelect berkaitan dengan kejadian pemilihan teks pada suatu komponen form seperti pemilihan teks yang berada pada suatu textbox. Event ini bisa diterapkan pada textbox, textarea, combo box, dan listbox.
Event onMouseOver dan onMouseOut berkaitan dengan kejadian pergerakan kursor mouse pada suatu link. Event onMouseOver terjadi ketika kursor mouse berada di atas suatu link sedangakan event onMouseOut terjadi ketika cursor mouse bergerak meninggalkan suatu link.
Minggu, 25 April 2010
minggu kedelapan progweb
Pada minggu kedelapan kuliah progweb ini diajarkan mengenai Java Script.
Java Script merupakan bahasa pemrograman yang dieksekusi di sisi klien atau yang biasa dikenal dengan istilah client side programming di mana suatu kode program akan dikirimkan ke klien dan dieksekusi / dijalankan oleh web browser dan bukannya dieksekusi di web server. Dalam implementasinya, suatu kode program Java Script akan disisipkan pada suatu dokumen HTML dengan menggunakan pasangan tag SCRIPT dan /SCRIPT di atribut LANGUAGE dari tag SCRIPT akan diberi nilai JavaScript.
Dalam menuliskan kode program Java Script ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Java Script merupakan bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive, artinya Java Script akan membedakan penggunaan huruf besar dan huruf kecil. "DOCUMENT" akan lain artinya dengan "document" ataupun "Document".
2. Setiap statement / pernyataan dalam kode program Java Script selalu diakhiri dengan karakter ";" (titik koma / semicolon).
Dalam Java Script perintah yang digunakan untuk mencetak suatu teks pada dokumen HTML adalah document.write("pesannya").
Dalam menuliskan kode program adakalanya dibutuhkan untuk menuliskan suatu komentar ataupun keterangan berkenaan dengan kode program tersebut, oleh karenanya dibutuhkan suatu mekanisme penulisan komentar. Komentar itu sendiri akan diabaikan dan tidak akan dieksekusi / dijalankan oleh web browser.
Terdapat dua cara untuk menyertakan komentar dalam Java Script:
1. Menggunakan penanda //
Penanda // digunakan untuk menuliskan komentar dalam satu baris
2. Menggunakan pasangan penanda /* dan */
Pasangan penanda /* dan */ digunakan untuk menuliskan komentar yang lebih dari satu baris
Dalam Java Script terdapat tiga macam tipe data utama, yaitu tipe data String (kumpulan karakter), tipe data bilangan / numerik, dan tipe data logika / boolean. Pada tipe data boolean akan mengenal dua buah nilai yaitu true dan false.
Pendeklarasian variabel dalam Java Script ditandai dengan penggunaan kata kunci var dan diikuti dengan nama variabel. Tipe data dari suatu variabel ditentukan oleh nilai yang diisikan ke dalam variabel tersebut dan bukannya dideklarasikan secara eksplisit.
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk menangani / mengoperasikan suatu nilai bertipe data numerik.
Operator penugasan / assignment adalah operator yang digunakan untuk memberikan / memasukkan nilai ke dalam suatu variabel.
Operator pembanding adalah operator yang digunakan untuk membandingkan dua buah nilai dan akan menghasilkan nilai bertipe data boolean yaitu benar(true) atau salah (false).
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk mengoperasikan nilai - nilai
bertipe data boolean yang bernilai true atau false.
Seperti pernah dijelaskan sebelumnya bahwa nilai bertipe data string merupakan nilai yang terdiri dari sekumpulan karakter sehingga membentuk suatu nilai berupa kata ataupun kalimat tertentu. Untuk nilai - nilai bertipe data string terdapat suatu operator yang berguna untuk menggabungkan nilai string. Operator ini dikenal dengan nama operator penggabungan string yang dituliskan dengan penanda +. Apabila suatu nilai bertipe data string dijumlahkan dengan nilai bertipe data numerik maka secara otomatis nilai bertipe data numerik tersebut akan dikonversi menjadi tipe data string sehingga pada akhirnya akan dihasilkan suatu nilai bertipe data string.
Dalam pemrograman Java Script dimungkinkan untuk melakukan konversi / pengubahan tipe data. Tipe data yang memungkinkan untuk dikonversi adalah tipe data string ke tipe data numerik. Ada dua fungsi yang bisa digunakan untuk mengkonversi suatu nilai bertipe data string ke numerik. Fungsi yang pertama adalah fungsi parseInt() dan fungsi yang kedua adalah fungsi parseFloat(). Fungsi parseInt() digunakan untuk melakukan konversi dari tipe data string ke tipe data numerik berbentuk bilangan bulat / integer. Dan fungsi parseFloat() digunakan untuk melakukan konversi dari tipe data string ke tipe data numerik berbentuk bilangan pecahan / floating point.
Statemen if digunakan untuk melakukan percabangan dalam melakukan eksekusi sejumlah statement. Bentuk umum dari statement if yang paling sederhana adalah:
if (kondisi)
{
//statement - statement yang akan dieksekusi bila kondisi benar
}
Statement if tersebut adalah bentuk statement if yang paling sederhana di mana statement - statement yang berada di antara penanda kurung kurawal akan dieksekusi apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true. Apabila kondisi yang dicek ternyata menghasilkan nilai false, maka statement - statement yang berada di antara
penanda kurung kurawal tersebut tidak akan dieksekusi.
Statement if ... else ... merupakan pengembangan dari bentuk statement if. Bentuk umum dari statement ini adalah:
if (kondisi)
{
//statement - statement yang dieksekusi bila kondisi benar
}
else
{
//statement - statement yang dieksekusi bila kondisi salah
}
Pada statement ini terdapat dua blok kurung kurawal, di mana blok kurung kurawal pertama akan berisi statement - statement yang hanya akan dieksekusi apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true, sedangkan statemant - statement pada blok kurung kurawal kedua akan diabaikan. Apabila ternyata kondisi yang dicek menghasilkan nilai false maka statement - statement pada blok kurung kurawal pertama tidak akan dieksekusi melainkan statement - statement pada kurung kurawal kedua lah yang akan dieksekusi.
Statement if ... else if ... memungkinkan terjadinya pengecekan kondisi secara berlapis. Berikut ini adalah bentuk umum dari statement if ... else if ...
if (kondisi1)
{
//statement - statement bila kondisi 1 benar
}
else if (kondisi2)
{
//statement - statement bila kondisi 2 benar
}
else
{
//statement - statement bila semua kondisi salah
}
Bentuk ini juga dikenal sebagai if bertingkat di mana terdapat beberapa kondisi yang akan dicek. Kondisi kedua hanya akan dicek apabila kondisi pertama bernilai salah, kondisi ketiga juga hanya akan dicek apabila kondisi pertama dan kedua bernilai salah, demikian seterusnya proses pengecekan kondisi berlangsung sampai ditemui suatu kondisi yang bernilai benar. Apabila tidak ditemui satu kondisi pun yang bernilai benar maka yang akan dieksekusi adalah statement - statement yang berada pada blok else.
Statement switch ... case ... merupakan suatu bentuk statement alternatif untuk melakukan percabangan. Statement ini sebenarnya merupakan bentuk ringkas dari statement if ... else if ...
Bentuk umum dari statement switch ... case ... adalah:
switch (variabel)
{
case nilai_penguji1: //stament - statement pilihan 1
break;
case nilai_penguji2: //stament - statement pilihan 2
break;
default : //statement - statement default
};
Statement - statement pilihan 1 hanya akan dieksekusi bila didapati nilai variabel yang diuji sama dengan nilai penguji 1, dan statement - statement pilihan 2 pun hanya akan dieksekusi bila nilai dari variabel yang diuji sama dengan nilai penguji 2, demikian seterusnya. Yang perlu diperhatikan di sini adalah di akhir penulisan
statement - statement pada tiap pilihan harus diakhiri oleh statement break. Apabila nilai dari variabel yang diuji tidak memiliki kesamaan dengan salah satu dari nilai - nilai penguji yang ada, maka statement - statement yang akan dieksekusi adalah statement - statement pada blok default.
Operator ... ? ... : ... digunakan untuk melakukan suatu proses percabangan sederhana. Operator ini biasa digunakan untuk menyederhanakan statement if ... else ..., hanya saja pada operator ini hanya mampu menangani satu statement untuk pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai true dan satu statement untuk pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai false.
Bentuk umum dari penggunaan operator ... ? ... : ... adalah:
kondisi ? statement_kondisi_true : statement_kondisi_false;
Statement while merupakan salah satu statement yang bisa digunakan untuk melakukan suatu proses perulangan / looping. Bentuk umum dari statement while adalah:
while (kondisi)
{
//statement - statement yang diulang
}
Statement - statement yang berada di antara penanda kurung kurawal buka dan kurung kurawal tutup akan diulang berkali - kali selama kondisi yang dicek menghasilkan nilai true. Proses perulangan akan berakhir ketika didapati kondisi yang dicek menghasilkan nilai false.
Selain menggunakan statement while, proses perulangan / looping juga bisa dilakukan dengan menggunakan statement do ... while.
Bentuk umum dari statement do ... while adalah:
do
{
//statement - statement yang diulang
} while (kondisi);
Sedikit berbeda dengan statement while, pada statement do ... while pengecekan kondisi dilakukan di akhir penanda kurung kurawal. Artinya statement - statement
yang berada di antara penanda kurung kurawal akan dieksekusi terlebih dahulu baru kemudian dilakukan pengecekkan kondisi. Apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true maka statement - statement tersebut akan dieksekusi kembali secara berulang - ulang sampai ditemui hasil pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai false.
Statement for juga merupakan salah satu statement yang bisa digunakan untuk melakukan perulangan / looping. Bentuk umum dari statement for adalah:
for (inisialisasi; kondisi; penaikan_penurunan)
{
//statement - statement yang diulang
}
Statement for banyak digunakan untuk melakukan perulangan di mana banyaknya jumlah perulangan sudah diketahui dengan pasti sebelumnya. Inisialisasi dalam konteks for merupakan proses pemberian nilai awal pada variabel pencacah. Variabel inilah yang akan selalu diuji nilainya pada bagian pengecekan kondisi. Apabila hasil pengecekan kondisi bernilai benar maka statement - statement yang berada di antara kurung kurawal buka dan kurung kurawal tutup akan dieksekusi. Diakhir eksekusi statement - statement tersebut, nilai dari variabel pencacah tersebut akan mengalami proses penaikan ataupun penurunan. Setelah itu variabel ini akan kembali dicek nilainya di bagian kondisi. Dan apabila didapati hasil true dari proses pengecekan tersebut
maka statement - statement pada blok kurung kurawal akan kembali diulang. Dan demikian seterusnya proses perulangan ini berlangsung sampai didapati nilai false dari hasil pengecekan kondisi.
Java Script merupakan bahasa pemrograman yang dieksekusi di sisi klien atau yang biasa dikenal dengan istilah client side programming di mana suatu kode program akan dikirimkan ke klien dan dieksekusi / dijalankan oleh web browser dan bukannya dieksekusi di web server. Dalam implementasinya, suatu kode program Java Script akan disisipkan pada suatu dokumen HTML dengan menggunakan pasangan tag SCRIPT dan /SCRIPT di atribut LANGUAGE dari tag SCRIPT akan diberi nilai JavaScript.
Dalam menuliskan kode program Java Script ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Java Script merupakan bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive, artinya Java Script akan membedakan penggunaan huruf besar dan huruf kecil. "DOCUMENT" akan lain artinya dengan "document" ataupun "Document".
2. Setiap statement / pernyataan dalam kode program Java Script selalu diakhiri dengan karakter ";" (titik koma / semicolon).
Dalam Java Script perintah yang digunakan untuk mencetak suatu teks pada dokumen HTML adalah document.write("pesannya").
Dalam menuliskan kode program adakalanya dibutuhkan untuk menuliskan suatu komentar ataupun keterangan berkenaan dengan kode program tersebut, oleh karenanya dibutuhkan suatu mekanisme penulisan komentar. Komentar itu sendiri akan diabaikan dan tidak akan dieksekusi / dijalankan oleh web browser.
Terdapat dua cara untuk menyertakan komentar dalam Java Script:
1. Menggunakan penanda //
Penanda // digunakan untuk menuliskan komentar dalam satu baris
2. Menggunakan pasangan penanda /* dan */
Pasangan penanda /* dan */ digunakan untuk menuliskan komentar yang lebih dari satu baris
Dalam Java Script terdapat tiga macam tipe data utama, yaitu tipe data String (kumpulan karakter), tipe data bilangan / numerik, dan tipe data logika / boolean. Pada tipe data boolean akan mengenal dua buah nilai yaitu true dan false.
Pendeklarasian variabel dalam Java Script ditandai dengan penggunaan kata kunci var dan diikuti dengan nama variabel. Tipe data dari suatu variabel ditentukan oleh nilai yang diisikan ke dalam variabel tersebut dan bukannya dideklarasikan secara eksplisit.
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk menangani / mengoperasikan suatu nilai bertipe data numerik.
Operator penugasan / assignment adalah operator yang digunakan untuk memberikan / memasukkan nilai ke dalam suatu variabel.
Operator pembanding adalah operator yang digunakan untuk membandingkan dua buah nilai dan akan menghasilkan nilai bertipe data boolean yaitu benar(true) atau salah (false).
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk mengoperasikan nilai - nilai
bertipe data boolean yang bernilai true atau false.
Seperti pernah dijelaskan sebelumnya bahwa nilai bertipe data string merupakan nilai yang terdiri dari sekumpulan karakter sehingga membentuk suatu nilai berupa kata ataupun kalimat tertentu. Untuk nilai - nilai bertipe data string terdapat suatu operator yang berguna untuk menggabungkan nilai string. Operator ini dikenal dengan nama operator penggabungan string yang dituliskan dengan penanda +. Apabila suatu nilai bertipe data string dijumlahkan dengan nilai bertipe data numerik maka secara otomatis nilai bertipe data numerik tersebut akan dikonversi menjadi tipe data string sehingga pada akhirnya akan dihasilkan suatu nilai bertipe data string.
Dalam pemrograman Java Script dimungkinkan untuk melakukan konversi / pengubahan tipe data. Tipe data yang memungkinkan untuk dikonversi adalah tipe data string ke tipe data numerik. Ada dua fungsi yang bisa digunakan untuk mengkonversi suatu nilai bertipe data string ke numerik. Fungsi yang pertama adalah fungsi parseInt() dan fungsi yang kedua adalah fungsi parseFloat(). Fungsi parseInt() digunakan untuk melakukan konversi dari tipe data string ke tipe data numerik berbentuk bilangan bulat / integer. Dan fungsi parseFloat() digunakan untuk melakukan konversi dari tipe data string ke tipe data numerik berbentuk bilangan pecahan / floating point.
Statemen if digunakan untuk melakukan percabangan dalam melakukan eksekusi sejumlah statement. Bentuk umum dari statement if yang paling sederhana adalah:
if (kondisi)
{
//statement - statement yang akan dieksekusi bila kondisi benar
}
Statement if tersebut adalah bentuk statement if yang paling sederhana di mana statement - statement yang berada di antara penanda kurung kurawal akan dieksekusi apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true. Apabila kondisi yang dicek ternyata menghasilkan nilai false, maka statement - statement yang berada di antara
penanda kurung kurawal tersebut tidak akan dieksekusi.
Statement if ... else ... merupakan pengembangan dari bentuk statement if. Bentuk umum dari statement ini adalah:
if (kondisi)
{
//statement - statement yang dieksekusi bila kondisi benar
}
else
{
//statement - statement yang dieksekusi bila kondisi salah
}
Pada statement ini terdapat dua blok kurung kurawal, di mana blok kurung kurawal pertama akan berisi statement - statement yang hanya akan dieksekusi apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true, sedangkan statemant - statement pada blok kurung kurawal kedua akan diabaikan. Apabila ternyata kondisi yang dicek menghasilkan nilai false maka statement - statement pada blok kurung kurawal pertama tidak akan dieksekusi melainkan statement - statement pada kurung kurawal kedua lah yang akan dieksekusi.
Statement if ... else if ... memungkinkan terjadinya pengecekan kondisi secara berlapis. Berikut ini adalah bentuk umum dari statement if ... else if ...
if (kondisi1)
{
//statement - statement bila kondisi 1 benar
}
else if (kondisi2)
{
//statement - statement bila kondisi 2 benar
}
else
{
//statement - statement bila semua kondisi salah
}
Bentuk ini juga dikenal sebagai if bertingkat di mana terdapat beberapa kondisi yang akan dicek. Kondisi kedua hanya akan dicek apabila kondisi pertama bernilai salah, kondisi ketiga juga hanya akan dicek apabila kondisi pertama dan kedua bernilai salah, demikian seterusnya proses pengecekan kondisi berlangsung sampai ditemui suatu kondisi yang bernilai benar. Apabila tidak ditemui satu kondisi pun yang bernilai benar maka yang akan dieksekusi adalah statement - statement yang berada pada blok else.
Statement switch ... case ... merupakan suatu bentuk statement alternatif untuk melakukan percabangan. Statement ini sebenarnya merupakan bentuk ringkas dari statement if ... else if ...
Bentuk umum dari statement switch ... case ... adalah:
switch (variabel)
{
case nilai_penguji1: //stament - statement pilihan 1
break;
case nilai_penguji2: //stament - statement pilihan 2
break;
default : //statement - statement default
};
Statement - statement pilihan 1 hanya akan dieksekusi bila didapati nilai variabel yang diuji sama dengan nilai penguji 1, dan statement - statement pilihan 2 pun hanya akan dieksekusi bila nilai dari variabel yang diuji sama dengan nilai penguji 2, demikian seterusnya. Yang perlu diperhatikan di sini adalah di akhir penulisan
statement - statement pada tiap pilihan harus diakhiri oleh statement break. Apabila nilai dari variabel yang diuji tidak memiliki kesamaan dengan salah satu dari nilai - nilai penguji yang ada, maka statement - statement yang akan dieksekusi adalah statement - statement pada blok default.
Operator ... ? ... : ... digunakan untuk melakukan suatu proses percabangan sederhana. Operator ini biasa digunakan untuk menyederhanakan statement if ... else ..., hanya saja pada operator ini hanya mampu menangani satu statement untuk pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai true dan satu statement untuk pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai false.
Bentuk umum dari penggunaan operator ... ? ... : ... adalah:
kondisi ? statement_kondisi_true : statement_kondisi_false;
Statement while merupakan salah satu statement yang bisa digunakan untuk melakukan suatu proses perulangan / looping. Bentuk umum dari statement while adalah:
while (kondisi)
{
//statement - statement yang diulang
}
Statement - statement yang berada di antara penanda kurung kurawal buka dan kurung kurawal tutup akan diulang berkali - kali selama kondisi yang dicek menghasilkan nilai true. Proses perulangan akan berakhir ketika didapati kondisi yang dicek menghasilkan nilai false.
Selain menggunakan statement while, proses perulangan / looping juga bisa dilakukan dengan menggunakan statement do ... while.
Bentuk umum dari statement do ... while adalah:
do
{
//statement - statement yang diulang
} while (kondisi);
Sedikit berbeda dengan statement while, pada statement do ... while pengecekan kondisi dilakukan di akhir penanda kurung kurawal. Artinya statement - statement
yang berada di antara penanda kurung kurawal akan dieksekusi terlebih dahulu baru kemudian dilakukan pengecekkan kondisi. Apabila kondisi yang dicek menghasilkan nilai true maka statement - statement tersebut akan dieksekusi kembali secara berulang - ulang sampai ditemui hasil pengecekan kondisi yang menghasilkan nilai false.
Statement for juga merupakan salah satu statement yang bisa digunakan untuk melakukan perulangan / looping. Bentuk umum dari statement for adalah:
for (inisialisasi; kondisi; penaikan_penurunan)
{
//statement - statement yang diulang
}
Statement for banyak digunakan untuk melakukan perulangan di mana banyaknya jumlah perulangan sudah diketahui dengan pasti sebelumnya. Inisialisasi dalam konteks for merupakan proses pemberian nilai awal pada variabel pencacah. Variabel inilah yang akan selalu diuji nilainya pada bagian pengecekan kondisi. Apabila hasil pengecekan kondisi bernilai benar maka statement - statement yang berada di antara kurung kurawal buka dan kurung kurawal tutup akan dieksekusi. Diakhir eksekusi statement - statement tersebut, nilai dari variabel pencacah tersebut akan mengalami proses penaikan ataupun penurunan. Setelah itu variabel ini akan kembali dicek nilainya di bagian kondisi. Dan apabila didapati hasil true dari proses pengecekan tersebut
maka statement - statement pada blok kurung kurawal akan kembali diulang. Dan demikian seterusnya proses perulangan ini berlangsung sampai didapati nilai false dari hasil pengecekan kondisi.
Langganan:
Postingan (Atom)